GERAKAN PEMBAHARUAN di DUNIA ISLAM
A. Definisi Gerakan Pembaharuan
Gerakan pembaharuan Islam atau yang
juga dikenal sebagai gerakan paham dan pemikiran Islam adalah gerakan yang
dipelopori oleh ulama dan tokoh islam yang istimewa. Dalam arti luas
pembaharuan Islam adalah membangkitkan kembali Islam yang murni sebagaimana pernah
dipraktekkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan kaum Salaf.
B. Hal-hal Yang Mendasari
Munculnya Gerakan Pembaharuan Islam
1. Pengaruh
negara-negara kafir
2. Ketidak
sejalannya pemikiran antar organisasi islam.
3. Gaya hidup
barat yang mulai ngetren di negara-negara Islam.
4. Hasrat untuk
memperoleh kekuasaan diantara segmen tertentu yang mengatas namakan Islam.
5. Rendahnya
tingkat pendidikan.
6. Ekonomi yang
semakin terpuruk.
7. Budaya yang
menyimpang dari Al Quran dan hadist.
8. Kekeliruan
akidah
9. Syirik dan
bid’ah
10. Membangkitkan kembali umat
Islam dari kemerosotan yang amat parah.
C. Macam-Macam Gerakan
Pembaharuan Islam Dan Sejarahnya.
Gerakan Islam pertama adalah gerakan yang
dirintis Syaikh Muhammad binAbdul Wahab di wilayah Hijaz. Gerakan ini merupakan
gerakan salafiyah dan pembaruan. Memurnikan aqidah dari segala macam kesyirikan
dan bid’ah yang telah menggerogoti umat Islam pada masa Kekhalifahan
Utsmaniyah. Bersama dengan Pangeran Muhammad bin Saud, beliau melakukan da’wah
dan mulai memasuki fase jihad dan kekuatan dalam berda’wah.
Kedua, gerakan Islam yang dilakukan
Syaikh Muhammad As Sirhindi di negeriIndia. Beliau hidup pada masa Raja
Jalaluddin Muhammad Akbar, seorang raja dengan aqidah menyimpang yang
terpengaruh paham filsafat yang menyatakan bahwa Islam hanya bertahan seribu
tahun, setelah itu akan usang. Maka, raja ini memerintahkan untuk menyembah
bintang dan matahari kepada rakyatnya, dan mengganti ajaran kiamat dengan
ajaran reinkarnasi, serta menghalalkan riba, judi, minuman keras, babi dan
zina. Ia kemudian malah mengharamkan menyembelih sapi dan hijab.
Ketiga, gerakan Islam di Sudan.
Gerakan ini dimulai dari gerakan sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, pendidikan,
dan jihad yang kemudian memasuki wilayah politik. Mereka menjadi oposisi dari
pemerintahan Numairi di bawah organisasi Jabhah Al Mitsaq Al Islami yang
dipimpin Dr. Hasan At Turabi, hingga akhirnya pemerintah mengadakan perjanjian
damai dengan mereka. Dengan perjanjian damai ini, kader-kader da’wah meraih
posisi jabatan pemerintahan, legislatif, dan kementarian melalui Partai Al
Ittihad Al Isytiraki Al Sudani.
Keempat, gerakan Islam di Yordania.
Gerakan ini mampu bekerjasama dengan pemerintah Yordania meskipun bukan
pemerintahan islami. Keterlibatan gerakan Islam dalam politik praktis dimulai
ketika Raja Husain memutuskan untuk memulai kehidupan politik demokratis, tahun
1989, untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat. Mereka berhasil memperoleh
dua puluh kursi dewan dari delapan puluh kursi parlemen. Yang lebih penting
dari keterlibatan gerakan Islam di dalam perpolitikan Yordania melalui Hizb Al
Amal Islami adalah melakukan eskperimen gerakan da’wah dalam keterlibatannya
dalam pemerintahan non-islami. Berupaya memberikan keseimbangan kebijakan
politis negara dalam menghadapi permasalahan global seperti Palestina,
Afghanistan, Bosnia-Hersigovina, dan lainnya, serta mendukung program-program
pembangunan umat di dalam negeri.
Kelima, gerakan Islam di Yaman.
Gerakan ini dilakukan oleh At Tajammu’ Al Yamani li Al Ishlah, kemudian
berganti menjadi At Tajammu wal Ishlah. Setelah unifikasi Yaman Utara dan Yaman
Selatan yang dikuasai komunis, gerakan Islam turut berperan dalam pembentukan
hukum-hukum legislasi Islam. Gerakan ini sangat menaruh perhatian dalam dunia
pendidikan. Mereka menyusun kurikulum pendidikan di semua levelnya. Dalam
bidang ilmu pengetahuan, mereka membentuk Maktab At Taujih wa Al Irsyad yang
setingkat dengan kementerian negara. Badan ini dipimpin berturut-turut oleh Dr.
Abdul Majid Az Zindani dan Qadhi Yahya Al Fasil.
Keenam, gerakan Islam di Turki.
Gerakan Islam di Turki muncul dalam bentuk partai politik. Mereka timbul dan
tenggelam karena tekanan kalangan sekulerisme dan militer yang khawatir dengan
kebangkitan Islam di Turki. Berkali-kali ganti nama, gerakan Islam pada
tahun-tahun belakangan ini mampu menempatkan kadernya sebagai presiden Turki.
Dan sedikit-demi sedikit mengurai simpul sekulerisme yang diusung Musthafa
Kamal sejak keruntuhan Khilafah Islam terakhir.
Pengalaman dan perjuangan gerakan
Islam di berbagai tempat ini seharusnya menjadikan kita bersemangat untuk
mewujudkan pemerintahan yang islami yang berkeadilan dan diridhai Allah melalui
gerakan da’wah dimana kita berkomitmen di dalamnya.
Berikut ini adalah contoh gerakan
pembaharuan islam yang popular saat ini, antara lain:
1. Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir didirikan dalam rangka
memenuhi seruan Allah SWT :
“Dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan
mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q. S. Ali
Imran: 104)
Gerakan ini didirikan Oleh Syaikh
Taqiyuddin Nabhani (1909 – 1979 M) pada tahun 1952 M/1372 H. Dengan konsentrasi
penuh ia memimpin partai, menerbitkan buku dan brosur-brosur yang secara
keseluruhan merupakan sumber pengetahuan pokok partai. Dia hidup berpindah-pindah
antara Yordania, Suriah dan libanon. Ia kemudian wafat dan dimakamkan di
Beirut.
Sepeninggal Nabhani, Hizbut tahrir
dipimpin oleh Abdul Qadim Zallum, seorang penulis buku Hakadza Hudimat
al-Khilafah.Tokoh Hizbut Tahrir lainnya ialah Abdurrahman Maliki dari Suriah,
salah seorang tokoh dewan pimpinan partai dan penulis buku al-’Uqubat. Ir.
Abdulghani Jabir Sulaiman, Dr. Shalahuddin Muhammad Hasan yang keduanya tinggal
di Australia yang bekerja sebagai seorang doktor elektro keturunan Palestina yang
dijuluki Abu Lihyah dan ‘Alauddi Abdulwahhab Hajjaj.
Tujuan utama berdirinya gerakan ini
adalah:
a) Melanjutkan
kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.
b) Membangkitkan
kembali umat Islam dengan kebangkitan yang benar, melalui pola pikir yang
cemerlang.
c) Untuk
mengembalikan posisi umat ke masa kejayaan dan keemasannya seperti dulu.
d) Mengambil alih
kendali negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia ini.
e) Mengenbalikan
negara Khilafah menjadi negara nomor satu di dunia serta memimpin dunia sesuai
dengan hukum-hukum Islam.
f) Menyampaikan
hidayah (petunjuk syari’at) bagi umat manusia.
g) Memimpin umat
Islam untuk menentang kekufuran beserta segala ide dan peraturan kufur,
sehingga Islam dapat menyelimuti bumi.
2. Wahabi
Gerakan ini muncul di Arab Saudi pada
abad ke-18 dan dipelopori oleh marga Saud. Gerakan ini berhasil menaklukkan
Mekkah dan Madinah pada tahun 1803-1804. Namun pasukan Kekhalifahan Utsmaniyah
berhasil memukul mundur Wahabi dari Madinah pada 1812 dan Mekah pada 1813. Inti
dari ajaran Wahabi ini terutama adalah membenarkan penggunaan sarana kekerasan
atau pemaksaan dalam dakwah, terutama dengan menafsir-ulang dan
mengekstensifkan penggunaan terminologi ”jihad”. Meski dalam ajaran dakwahnya
mereka senantiasa mengkhotbahkan diri sebagai jalan termurni Islam dengan
ideologi salafiyahnya.
Pada saat itu wahabi mengupayakan
berdirinya negara Wahabi ketiga bernama Arab Saudi atau Saudi Arabia. Sebagai
catatan, Arab Saudi atau nama resminya al-Mamlaka al-’Arabiya as-Sa’udiya
didirikan oleh klan atau wangsa Saud. Ibnu Saud sebagai pemimpin gerakan Wahabi
menggerakkan pasukannya menentang Turki yang saat itu masih menguasai jazirah
Arabia. Hasa dan Abdul Aziz ibnu Saud mendeklarasikan berdirinya kerajaan Arab
Saudi (perhatikan kata Saudi yang jelas berasal dari nama Saud). Kerajaan ini
baru berdiri pada 23 September 1932.
Jadi, wahabi mulai berkembang dan maju
pada abad ke-19. Dalam dakwahnya gerakan Wahabi selalu mengklaim sebagai yang
paling murni menjalankan ajaran agama dan mengkaitkannya dengan kaum salafi
pertama yang hidup di masa Nabi s.a.w.
Tujuan didirikannya Gerakan Wahabi
antara lain untuk:
a) Menyingkirkan
segala macam bid’ah, khurafat, dan berbagai tindakan kesyirikan lainnya.
b) Secara politik
untuk melepaskan bangsa Arab dari pengaruh bangsa Turki yang telah menjadi
dinasti dalam waktu yang sangat panjang.
c) Ingin membangun
Negara Islam.
3. Salafiyyah
Salaf, atau lengkapnya ahl al-salaf,
adalah sebutan untuk generasi awal muslim yang terkait dengan masa Nabi Saw.
sendiri. Salaf merupakan suatu pemikiran yang berbuah gerakan dalam pemurnian
Islam yaitu Gerakan salafiyyah yang merupakan upaya dari muslim di masa sesudah
Nabi Saw.. Pelopor gerakan salafiyyah adalah Muhammad Abduh dan Rasyid Ridla.
Serta ulama-ulama besar lainnya seperti, Ahmad B. Hanbal, Ibn Taimiyyah,
Jamaluddin al-Afghanidan Muhammad B. Abdul Wahhab.
Berdirinya gerakan salafiyyah merupakan
suatu aliran pemikiran yang kuat dalam mempertahankan pemahaman terhadap ajaran
Islam berderaskan ajaran Islam tanpa toleransi. Aliran ini juga sering
dikaitkan dengan pergerakan memerangi segala bentuk bid’ah dalam khurafat dalam
masyarakat Islam.
4. Syi’ah
Syi’ah yaitu sekelompok orang
yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta
anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat
dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian
pula anak cucu sepeninggal beliau. Syi’ah muncul sejak masa pemerintahan Utsman
bin Affan yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’ Al-Himyari.
Abdullah bi Saba’ mengenalkan
ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamasikan
bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad saw seharusnya jatuh ke
tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Menurut Abdullah
bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman telah mengambil alih kedudukan
tersebut. Dalam Majmu’ Fatawa, 4/435, Abdullah bin Shaba menampakkan sikap
ekstrem di dalam memuliakan Ali, dengan suatu slogan bahwa Ali yang berhak
menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala
dosa).
Keyakinan itu berkembang terus-menerus
dari waktu ke waktu, sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal
itu suatu kebohongan, maka diambil suatu tindakan oleh Ali bin Abi Thalib,
yaitu mereka dibakar, lalu sebagian dari mereka melarikan diri ke Madain.
5. Jema’ah Tabligh
Jama’ah ini didirikan oleh Syaikh
Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364). Beserta syaikh yang lain antara lain,
Syaikh Muhammad Yahya, seorang guru di Madrasah Mazhahir al-Ulum Saharnapur,
Syaikh Rasyid Ahmad Kankuhi (1829-1905) yang dibai’at menjadi anggota jama’ah
pada tahun 1315 H oleh Syaikh Muhammad Ilyas, Syaikh Abdurrahim Ra’i Fauri
Syaikh Asraf Ali al-Tahanawi(1280-1364 H/1863-1943 M) yang bergelar Hakim
Ummat, Syaikh Muhammad Hasan (1268-1339 H/1851-1920 M), salah seorang tokoh
ulama Madrasah Deoband dan pemimpin Jama’ah Tabligh.
Jama’ah Tabligh adalah sebuah jama’ah
Islamiyah yang dakwahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang
keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau.
Jama’ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian
waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan dakwah dengan menjauhi
bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian
lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas
dalam sebuah masyarakat besar.
Jama’ah Tabligh adalah jama’ah Islam
yang sumber utamanya adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan thareqatnya
Ahlussunnah wa al-Jama’ah. Secara umum Jama’ah Tabligh adalah masih kelompok
suni. Jama’ah ini banyak dipengaruhi ajaran tasawuf dan thareqat seperti
thareqat Jusytiyyah di India. Mereka mempunyai pandangan khusus terhadap
tokoh-tokoh tasawuf dalam masalah pendidikan dan pengarahan.
6. Al-Ikhwan
Al-Muslimun
Pendirinya adalah Syaikh Hasan
al-Banna (1324 – 1368 H/1906 – 1949 M). Dzul Qa’idah 1327 H/April 1928 M adalah
bulan didirikannya cikal bakal gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun. Tahun 1932 Hasan
al-Banna pindah ke Kairo. Pada awal berdirinya, tahun 1941 M, gerakan Ikhwan
hanya beranggotakan 100 orang, hasil pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri.
Pada tanggal 12 Pebruari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh misterius.
Tahun 1950 ustadz Hasan al-Hudhaibi (1306 -1393 H/1891 – 1973 M), terpilih
menjadi Mursyid ‘Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adalah salah seorang tokoh
kehakiman Mesir.
Al-Ikhwan al-Muslimun adalah sebuah
gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada
Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta
mengajak kepada penerapan syari’at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar
gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam.
Selanjutnya Syaikh Hasan al-Banna
mengatakan bahwa ciri gerakan Ikhwan dalah:
a) Jauh dari
sumber pertentangan.
b) Jauh dari
pengaruh riya dan kesombongan.
c) Jauh dari
partai politik dan lembaga-lembaga politik.
d) Memperhatikan
kaderisasi dan bertahap dalam melangkah.
e) Lebih
mengutamakan aspek aspek amaliyah produktif dari pada propaganda dan reklame.
f) Memberi
perhatian sangat serius kepada para pemuda.
g) Cepat tersebar
di kampung-kampung dan dikota-kota.
h) Merupakan
gerakan Rabbaniyyah.
i) Bersifat
‘alamiyah (Internasional). Sebab arah gerakan ditujukan kepada semua umat
manusia.
j)
Orientasi dan nisbatnya hanya kepada Islam.
Selanjutnya Syaikh Hasan al-Banna
mengatakan tujuan gerakan Ikhwan dalah:
a) Memperbaiki
diri
b) Menjadikan
pribadi yang kuat fisik, teguh dlam berakhlak, luas dalam berfikir, mampu
mencari nafkah, lurus berakidah dan benar dalam beribadah.
c) Membentuk rumah
tangga islami.
d) Memotifasi masyarakat
untuk menyebarkan kebaikan
e) Memerangi
kemungkaran dan kerusakan.
f) Memperbaiki
pemerintahan sehingga benar-benar menjadi pemerintahan yang islami.
g) Mengembalikan
kemerdekakan negera Islam dan menghidupkan kembali keagungannya.
h) Menjadi guru
dunia dengan menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat manusia, sehingga tidak
ada fitnah lagi dan Dien hanya benar-benar milik Allah.
“Dan Allah tidak menghendaki selain
menyempurnakan Nur (Dien)-Nya.” (Q.S. at-Taubah :32).
7. Rabithah Alam
Islami
Ini adalah organisasi Islam
Internasional yang berdiri di Makkah pada tanggal 14 Zulhijjah 1381 H/Mei 1962
M. PBB mengelompokkanya sebagai organisasi non pemerintah dan termasuk
anggota Unesco serta anggota pengamat OKI (Organisasi Konprensi Islam).
Tujuannya berdirinya gerakan ini
adalah:
a) Menyampaikan
dakwah dan ajaran Islam.
b) Mengantisipasi
pemikiran-pemikiran yang sesat.
c) Menyatukan umat
Islam.
d) Membela dan
memecahkan masalah-masalah umat Islam.
Title : GERAKAN PEMBAHARUAN di DUNIA ISLAM
Description : GERAKAN PEMBAHARUAN di DUNIA ISLAM A. Definisi Gerakan Pembaharuan Gerakan pembaharuan Islam atau yang juga dikenal sebagai geraka...
Description : GERAKAN PEMBAHARUAN di DUNIA ISLAM A. Definisi Gerakan Pembaharuan Gerakan pembaharuan Islam atau yang juga dikenal sebagai geraka...
0 Response to " GERAKAN PEMBAHARUAN di DUNIA ISLAM"
Post a Comment